Review Film Ant-Man

Story:

Scott Lang (Paul Rudd) yang akhirnya terbit dari penjara berniat hidup bersih demi anaknya. Situasi lumayan rumit sebab anaknya hidup bareng mantan istrinya yang telah menikah dengan seorang polisi yang kelihatannya memang tidak suka sama dia. Tuntutan untuk menunaikan tunjangan anak dan keperluan hidup kesudahannya memaksa Scott Lang menyerah pada anjuran 3 temannya guna merampok sebuah lokasi tinggal milik seorang pensiunan.

Perencanaan yang matang dengan Lang sebagai orang yang mengeksekusi dan menjalankan perampokan ternyata berujung kekecewaan. Lang melulu menemukan “kostum serupa jaket guna naik motor” di lokasi tinggal ini. Di beda cerita, Darren Cross (Corey Stoll) ditolong Hope Van Dyne (Evangeline Lily) yang terobsesi untuk mengejar teknologi menyiutkan insan dan menyingkirkan Dr. Hank Pym (Michael Douglas) sebagai pendiri Pym Technology semakin mendekati keberhasilan.

Dr. Pym yang cemas akan niat jahat Cross juga akhirnya mengejar sosok sangat tepat guna menggantikan dirinya sebagai superhero yang dapat mengecilkan diri berkat teknologi yang ditemukannya bertahun-tahun kemudian dan berjasa pada Perang Dunia ke II, menggantikan dirinya sebagai Ant-Man. Dia mengejar sosok tersebut pada orang yang sukses masuk menembus ketenteraman rumahnya dan menculik kostum yang serupa jaket guna naik motor itu.

Merekapun hidup bahagia selamanya… hahaha. Eh nggak ding, gitu deh ya. Cerita selanjutnya ya sukses atau nggaknya mereka menghentikan ambisi Cross.

My take on this movie
Namapun Marvel superheroes movies ya. Lucu siih namun ya… Bagus sih, namun ya… Hahahaha. Trus dicekek sama peminat filmnya. Tapi beneran deh. Buat gw si Ant-Man ini plot ceritanya standar, ketebak alurnya. Mulai dari pengenalan, penyebab di jahat jadi jahat dan si baik mengapa akhirnya jadi baik. Bagaimana mereka nanti kesudahannya bertemu bikin pertarungan akhir yang maha dahsyat dan lantas bagaimana kisah ini berakhir. Tapi ya, siapa sih yang gak dapat nebak alur ceritanya. Udahlah ya gak usah diprotes kalo soal yang ini. Mihihihi.

Tapi di sisi lain, film ini menawarkan sudut pandang yang sama sekali berbeda. Kalo superhero yang beda berperang menghancurkan beberapa bumi, kalo si Ant-Man kan ya, namapun semut, sehancur-hancurnya ya gitu deh ya. Jadi lucu banget dan ironi dari jokesnya juga ngena banget.

The Sought

Kalo soal akting dan pemilihan castnya, tak tahulah gw mengapa Paul Rudd yang kepilih jadi Scott Lang, namun ya okelah buat dapat mewakili karakter maling pinter yang dapat menembus pengamanan sangat ketat dan akhirnya menciptakan Dr. Pym milih dia sebagai next Ant-Man. Cuma entah mengapa menurut keterangan dari gw Lang di film ini gak terlampau kuat terbit auranya. Sepanjang film, yang gw rasakan ialah perseteruan powerful antara Cross dan Dr. Pym dimana Hope sukses jadi karakter yang bermuka dua sedangkan si Lang cuman jadi filler. Cuman jadi sekedar pertolongan yang dibutuhkan doang. Tapi ketegangan yangdiciptakan antara mentor dan anak didik, Pym dan Cross kerasa asik banget. Sukak akik lihatnya.

Malah gw suka banget sama karakternya Luis yang dengan lucu banget dibawain sama Pena dan gengnya. Bener kata review-review sebelum ini, kehadiran Luis di sana-sini bisa buat film ini seger. Lucu banget deh jokes-jokes yang tidak pada lokasinya dari the three stoogesnya film ini.

Di samping itu, laksana gw bilang tadi, ukuran dari si superhero yang “cuma” seukuran semut buat film ini pas banget ngasih ironi yang kerasa lucu. Inget gak film Avengers terakhir yang semuanya sibuk ngejatuhin ato gak ngejatuhin kota segede gaban dari langit? Itu dinamakan di film ini. Dan sebab ukuran superhero dan musuhnya yang cuman segitu, jadinya pertempurannya ya kayak gak kelihatan sama sekali.

Di samping itu, yang buat gw cukup terkejut ialah adegan penyusupan Ant-Man ke markas besarnya The Avengers. Kenapa dan gimana ceritanya ya nonton sendiri lah ya. Cuma, penyebutan dan pemakaian referensi The Avengers secara terpampang nyata di sini jadi keliatan canggih aja dan kasih kejelasan posisi Ant-Man di The Avengers universe.

Satu lagi, teknologi mengecilkan dan memperbanyak ukuran yang dijadikan konsentrasi film ini dapat dengan paling baik diadaptasi di adegan-adegan bertempur dan scene-scene yang nunjukin si Ant-Man. Jadi bikin gw tersebut juga seru bikin dinikmati.

The Naught

Seperti udah gw bilang tadi sih sebenernya, tidak boleh ngarepin kisah yang super dalem dan twist yang super canggih dah dari film ini. Nikmati aja alurnya.

Sama gw individu gak terlampau suka sama karakternya Scott Lang yang lemah banget auranya kerasa di film ini. Mestinya si superhero dapat lebih terbit lah ya. Udah tersebut doang.

=======

Jadi overall guna review film Ant-Man ini sendiri gw kasih berapa nilainya? Well, 3.5 dari 5 lah ya bikin keseluruhan film karena tidak sedikit banget humor seger yang ditancepin di sini. Kalo gak terdapat humor-humor tersebut gak yakin gw dapat menikmati film ini. Jadi yang penasaran sama film ini bisalah nonton dan menikmati, namun kalo gak penasaran banget, mungkin dapat coba nonton Pixel. Gw penasaran berat ama ini film. langsung Download Movie Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *