pengertian aspal dan fungsinya

Aspal adalah salah satu jenis material yang penting untuk pembuatan jalan yang memiliki sifat melekat sehingga bisa tidak cepat rusak. Ciri lain dari material ini adalah berwarna hitam pekat, tidak mudah rusak karena air, hingga viskoelastis.

jasa pengaspalan jalan jakarta Berasal dari alam yang biasanya dari pengolahan minyak bumi, aspal memang termasuk sumber daya alam yang begitu mahal harganya. Bahan yang terkandung sangat kompleks. Termasuk karbon jenuh, alifatik, hingga aromatik.

Fungsi Aspal

Ada alasan mengapa aspal menjadi komponen yang harus ada dalam pembuatan jalan raya, terlebih justru digunakan sebagai komponen akhir yang diletakkan di paling atas jalan. Hal ini dikarenakan aspal memiliki fungsi sebagai prime coat dan tack coat supaya setiap material pembuatan jalan tak saling lepas.

Fungsi tersebutlah yang membuat material ini menjadi waterproofing sehingga melindungi material-material di bawahnya. Dengan begitu, jalanan tidak lekas rusak meskipun terkena abrasi air, seperti saat hujan hingga banjir.

Sifat aspal sebenarnya cair loh, Sahabat, meskipun jika ditempatkan di suhu ruang akan mendapat kental padat. Namun, sifat asli material ini cair sehingga bisa mengisi ruang-ruang kosong ketika pembuatan jalan sehingga bisa menjadi filler antara material lain dan jalan menjadi semakin kuat.

Sifat Bahan Penyusun

Sekilas di awal sudah dijelaskan bahwa sifat aspal adalah viskoelastis dengan kandungan bahan-bahan kimia penyusunnya yang kompleks dengan kandungan karbon yang paling tinggi, yaitu hingga 88%. Sisa kandungannya adalah hidrogen, sulfur, oksigen, dan nitrogen.

Dari kandungan-kandungan kimia tersebut, penyusun aspal memiliki 4 sifat utama loh, Sahabat. Sifat paling menonjol adalah asphaltene karena sifat inilah yang membuat aspal menjadi material yang cocok untuk membuat jalan raya karena membuatnya keras dan kental.

Sahabat pasti pernah mendengar istilah resin bukan? Resin sebenarnya termasuk sifat senyawa dalam aspal loh, Sahabat. Warnanya cokelat tua, berbentuk solid, dan memiliki senyawa karbon dan hidrogen di dalamnya.

Aromatis dan bersaturasi menjadi sifat selanjutnya dalam material pembuatan jalan ini. Aromatis berwarna cokelat tua dan merupakan cairan kental yang membuat aspal sering kali terlihat padat di suhu ruang. Saturasi berkebalikan dari resin karena bentuknya non polar dengan senyawa alkil naften di dalamnya.

Sifat Aspal sebagai Bahan Konstruksi Jalan
Jika sifat penyusun material untuk membuat jalan lebih menjelaskan mengenai bentuk dan senyawa yang menyusun sehingga sulit dipahami jika bukan ahli kimia, sifat asli aspal sebagai material itu sendiri pasti lebih mudah dipelajari. Sebab, sifat-sifat ini begitu umum.

Sifat pertama yang dimiliki material berwarna hitam ini adalah memiliki daya tahan yang tidak bisa dimungkiri atau durability. Daya tahan inilah yang membuat aspal tidak tetap mempertahankan bentuknya meskipun terdapat perubahan cuaca.

Kohesi dan adhesi menjadi sifat utama lainnya dari aspal. Saling membuat rekat satu sama lain sehingga senyawa di dalamnya saling terikat kuat. Material ini juga peka terhadap temperatur sehingga tetap mempertahankan bentuk sesuai kondisi yang ada.

Yang paling diketahui dari aspal adalah sifatnya yang keras. Sahabat pasti tidak pernah melihat jalanan yang lembek setelah dibangun, bukan? Tidak seperti jalanan yang hanya berlapis tanah. Jadi, bisa dilalui oleh kendaraan seberat apa pun.

Berbagai Jenis Aspal

Fakta menarik dari pembuatan jalan yang menggunakan aspal adalah ternyata berbeda daerah akan menggunakan jenis aspal yang berbeda loh, Sahabat. Contohnya saja di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara lebih menggunakan aspal alam. Jenis ini juga digunakan untuk materi jalan di Perancis, Swiss, dan Amerika Serikat.

Jenis aspal lainnya adalah residu dan polimer. Aspal buatan merupakan residu penyulingan minyak bumi sehingga memiliki sifat seperti minyak bumi yang digunakan. Jadi, sifatnya pasti akan mengikuti minyak bumi yang disuling.

Aspal polimer menjadi salah satu jenis dengan material yang dihadirkan dari modifikasi polimer alam dan sintesis. Modifikasi ini telah dikembangkan puluhan tahun terakhir sehingga teruji dengan baik.

Parameter Pengujian Kualitas

Biasanya, sebelum ditentukan apakah material pembuat jalan tersebut bagus harus melalui tahapan panjang pengujian loh, Sahabat. Lebih tepatnya sih 8 tahap pengujian supaya tahu apakah material tersebut cocok di suatu daerah dan bisa bertahan hingga begitu lama.

Aspal akan diuji mengenai sifat kekerasannya atau yang biasa disebut tahap penetrasi. Sifat penting ini harus diketahui sehingga bisa tahu kualitasnya baik atau tidak untuk menjadi pelapis paling luar sebuah jalan.

Berat jenisnya juga harus diketahui untuk mengetahui kandungan minyak bumi yang terkandung. Semakin tinggi berat jenis, semakin banyak kandungan minyak bumi. Seberapa tinggi aspal bisa melekat pada suatu material lain juga harus diuji supaya tahu seberapa tahan lama nanti jalan akan kuat.

Satu hal yang harus diketahui dengan jelas dari material ini dalam pengujian adalah mengenai titik nyala dan titik bakar. Jalanan sering mengalami gesekan dan akan bertambah tinggi ketika musim kemarau sehingga titik nyala harus benar-benar diketahui supaya tidak menimbulkan bahaya untuk pengguna jalan.

Titik lembek, kelarutan, dan daktilitas adalah tiga hal terakhir yang harus dilakukan pengujian terhadap aspal yang akan digunakan. Jika kedelapan tahan tersebut memiliki hasil yang memuaskan, aspal lolos dan bisa digunakan untuk pembuatan jalan.

Tips Memperkuat Pembangunan Jalan

Agar jalan yang dibangun tahan lama sehingga tidak memakan banyak biaya karena jalan cepat rusak, ada beberapa tips yang bisa dipelajari loh, Sahabat. Nah, ilmu ini bisa nih Sahabat tahu supaya ketika melihat ada pembangunan jalan bisa memantau, jalanan tersebut bisa awet atau tidak ya.

Tips pertama adalah mengetahui ketebalan aspal yang digunakan. Ini tentu dapat dengan mudah dicari tahu, yaitu dengan cara melihat berapa kali pekerja menuang cairan pekat hitam di lapisan terakhir jalan. Sesuai aturan, minimal ketebalannya adalah 15 cm sehingga kendaraan yang melalui jalan tersebut tetap aman.

Kemiringan jalan juga berpengaruh pada ketahanan jalan raya loh, Sahabat. Akan tetapi, sebenarnya membangun jalan memang tidak dibuat datar dan ini merupakan teknik konstruksi jalan yang biasa digunakan. Mengapa? Hal ini dikarenakan biasanya jalan cepat rusak akibat genangan air di bagian tengah jika jalan dibuat datar. Maka, pekerja pasti akan membuat bagian sisinya lebih miring supaya air mengalir keluar jalan.

Sistem drainase juga berpengaruh. Lapisan jalan aspal yang baik memerlukan sistem drainase yang baik. Ini nanti akan berkaitan dengan pemilihan bahan dan jenis material pembuatan jalan yang tepat supaya tidak amblas padahal baru saja dibangun.

Kerajaan Aspal

Kantor Office 0215541900
Telkomsel 081218178787 ( Telp / SMS / WhatsApp )
XL 0817591900 ( Telp / SMS / WhatsApp )

Email :
kerajaana[email protected]

 

Leave a Comment