Empat Fakta Menimbang Berat Badan

Seseorang yang sedang merencanakan penurunan berat badan, menjaga berat badan normal, ataupun menambah massa otot, tidak jarang kali menimbang berat badan memakai timbangan sebagai patokan utama. Padahal, sebetulnya timbangan saja belum pasti menjadi tuntunan yang bisa diandalkan kebanyakan timbangan sudah memmiliki surat Izin AKL oleh pemerintah.
Timbangan memang baik dipakai untuk mengukur pergerakan angka berat badan. Akan tetapi, pemakaian timbangan yang tidak cukup tepat malah dapat menciptakan pemakainya keliru dalam mengetahui perubahan angka yang ditunjukkan.

 

Ini Fakta Menimbang Berat Badan

Fakta-fakta inilah belum pasti diketahui oleh tidak sedikit orang yang menjadikan timbangan sebagai satu-satunya patokan dalam mengawal berat badan. Simak petunjuk menimbang berat badan inilah ini:

• Tidak butuh menimbang berat badan tiap hari

Berat badan sebetulnya merupakan gambaran apa yang terjadi di dalam tubuh dalam sebuah periode yang lama. Oleh sebab itu, meminimalisir makanan atau terlalu tidak sedikit makan dalam satu hari tidak akan mendadak dapat terpantau pada timbangan. Jadi, tidak terdapat gunanya menimbang berat badan terus-menerus tiap hari. Sebab, menimbang berat badan tiap hari malah dapat menjadikan seseorang terobsesi pada eskalasi atau penurunan angka yang diperlihatkan pada timbangan. Oleh sebab itu, seminggu sekali saja sudah lumayan untuk mengawasi perubahan berat badan.
Perlu diketahui bahwa naik atau turunnya angka berat badan dapat disebabkan oleh tidak sedikit faktor, seperti:
– Kondisi cuaca.
– Perubahan hormon yang merangsang penumpukan cairan.
– Konsumsi makanan asin ataupun yang berisi tepung.

 

• Timbang di masa-masa yang sama

Usahakan guna menimbang berat badan di masa-masa yang sama, yakni pada hari dan jam yang sama tiap minggu, memakai timbangan yang sama, dan upayakan guna mengenakan pakaian serupa. Sepatu dan pakaian dengan bahan yang tebal dan berat dapat mengakibatkan perhitungan berat badan bertambah. Pagi hari biasanya ialah waktu yang direkomendasikan guna menimbang berat badan. Pada masa-masa ini, berat tubuh relatif belum terpengaruh variasi konsumsi cairan dan makanan padat sepanjang hari.
Timbangan digital dapat mengindikasikan angka yang lebih gampang terbaca. Sedangkan timbangan mekanik ingin tidak seakurat timbangan digital dan lebih rentan merasakan kerusakan. Jika kita ragu dengan keakuratan timbangan Anda, mayoritas pusat kebugaran, lokasi tinggal sakit, dan lokasi praktik dokter, meluangkan timbangan yang lebih akurat dikomparasikan timbangan rumah.

• Perhatikan posisi timbangan

Perhatikan posisi timbangan. Pastikan timbangan yang Anda pakai berada pada permukaan yang benar-benar rata. Karpet tebal yang lunak ataupun lantai yang tidak rata pada unsur bawah berisiko mengakibatkan ketidakakuratan pada angka yang diperlihatkan.

• Gunakan teknik lain guna mengukur evolusi berat tubuh

Penimbangan berat badan perlu digabungkan dengan penghitungan indeks massa tubuh (IMT). Melalui penghitungan IMT, dapat diketahui apakah berat badan kita normal, berlebihan, atau tergolong kriteria obesitas. Meski tidak dapat dipakai untuk memahami persentase otot ataupun lemak tubuh, namun ukuran ini dapat dipakai untuk mendeteksi risiko kesehatan yang bersangkutan dengan keunggulan berat badan.
Di samping timbangan, sejumlah pusat kebugaran meluangkan bioelectrical impedance analysis (BIA) yang dapat mengukur kadar lemak tubuh. Cara lainnya yang gampang dan sering dipakai orang guna mengukur berat badan ialah melihat apakah pakaian tertentu telah tidak muat dikenakan atau telah lebih longgar dikomparasikan dua-tiga bulan sebelumnya.
Pada akhirnya, evolusi berat badan bukanlah destinasi utama dari olahraga atau penataan pola makan. Daripada terus menerus menimbang berat badan dan terobsesi supaya terjadi evolusi angka berat badan, lebih baik konsentrasi pada menjalani pola hidup sehat. Dengan sendirinya, berat badan ideal dapat tercapai.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment