Definisi Pengangkutan

Online Logistics Marketplace~Pengangkutan ialah perjanjian timbal-balik antara pengangkut dengan pengirim, dimana pengangkut mengikatkan diri untuk mengadakan pengangkutan barang dan atau orang dari sebuah tempat ketempat destinasi tertentu dengan selamat, sementara pengirim mengikatkan diri untuk menunaikan uang angkutan. Perjanjian Pengangkutan dikenal pun sebagai Contract of Carriage yang secara umum didefinisikan sebagai: “contract between a carrier of goods or passengers and the consignor, consignee or passenger.” Dalam Black Law Dictonary, terdapat pun istilah “Contract Carrier” yang didefinisikan sebagai berikut: “A carrier which furnished transportation service to meet the needs of shipper” Hal ini bertolak belakang juga dengan istilah Contract of Affreigment yang dalam Black Law Dictionary lebih ditafsirkan sebagai kontrak penyewaan kapal.

Dalam Pasal 1 huruf b Hagues rules, pemakaian istilah contract of carriage ditafsirkan dalam situasi sebagai berikut:
“”Contract of carriage” applies only to contracts of carriage covered by a bill of lading or any similar document of title, in so far as such document relates to the carriage of goods by sea, including any bill of lading or any similar document as aforesaid issued under or pursuant to a charter party from the moment at which such bill of lading or similar document of title regulates the relations between a carrier and a holder of the same.”

 

Charter Parties

Charter ialah persetujuan antara pihak empunya kapal dengan pihak pen-charter dimana empunya kapal mengikatkan diri untuk meluangkan sebuah kapal yang akan dipakai oleh pen-charter, dan pen-charter mengikatkan diri dengan pembayaran sebuah harga. Sedangkan Charter Parties atau sering pun disebut Charters ialah suatu format kontrak yang berisikan ketentuan-ketentuan tentang charter kapal.  Jenis charter parties secara umum dapat dipecah atas 3 jenis yakni :

a. Bareboat charter ( charter tanpa awak )

b. Voyage charter menurut perjalanan dan

c. Time charter atau charter menurut waktu.

 

Bareboat / Demise Charter Party

Adalah Charter kapal tanpa awak, dimana pen-charter mesti melengkapi kapal dan menjalankan seluruh tanggung jawab terhadap navigasi, manajemen dan pengoperasiannya; karenanya dia beraksi sebagai empunya kapal dalam seluruh aspek urgen sepanjang masa charter. Charter kosong tanpa awak atau bareboat charter tidak sedikit digunakan sebagai modus guna menguasai dan mengusahakan sepenuhnya sebuah kapal, baik dari sisi pertimbangan operasional maupun financial. Ketentuan-ketentuan tentang Charter tanpa awak atau bareboat charter ditata dalam kitab II Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPer”) tentang sewa menyewa.

 

Voyage dan Time Charter Party

Pengertian Voyage dan Time Charter menurut hukum Indonesia ada dalam pasal 453 Kitab Undang-undang Hukum Dagang ( “KUHD” ). Charter Berdasarkan keterangan dari Waktu ( Time Charter) ialah persetujuan dengan mana pihak yang satu ( si yang mencarterkan ) mengikatkan diri untuk, sekitar suatu masa-masa tertentu, meluangkan sebuah kapal tertentu untuk pihak lawannya ( si pencarter ) dengan maksud untuk menggunakan kapal itu dalam pelayaran dilaut guna kebutuhan pihak yang terakhir ini, dengan pembayaran sebuah harga, yang dihitung menurut keterangan dari lamanya waktu.

 

Charter Berdasarkan keterangan dari Perjalanan ( Voyage Charter) ialah persetujuan dengan mana pihak yang satu ( si yang mencarterkan ) mengikatkan diri untuk, meluangkan sebuah kapal tertentu, seluruhnya atau sebagian, untuk pihak lawannya ( si pencarter ) dengan maksud guna membawa orang-orang atau barang-barang melewati lautan, dalam satu perjalanan atau lebih, dengan pembayaran sebuah harga tentu untuk pengangkutan ini.

 

Leave a Comment