4 Risiko yang Harus Diwaspadai Ketika Menggunakan Pinjaman Online

  • Share

Saat ini mengemukakan pinjaman tidak susah lagi. Sudah tidak sedikit pilihan peminjaman duit dari lembaga-lembaga finansial dan perusahaan yang bakal memudahkan anda untuk mengerjakan pinjaman. Kamu melulu perlu modal KTP sudah dapat mendapatkan pinjaman. Prosesnya pun terbilang cepat, anda hanya perlu waktu tidak cukup dari satu minggu, dana langsung cair. Proses ini pasti sangat gampang jika dikomparasikan dengan mengerjakan pinjaman duit di bank, dimana anda harus melengkapi sejumlah syarat dokumen laksana KTP, NPWP, Slip Gaji, sampai track record kartu kredit, dan kitab tabungan. Prosesnya pun membutuhkan masa-masa lebih dari satu minggu. Namun, dengan segala fasilitas yang diserahkan oleh Pinjaman Online, pasti pinjaman online mempunyai risikonya tersendiri. Apa saja risiko yang mengintai dari pinjaman online? Yuk, simak informasi lengkapnya inilah ini:

 

1. Bunga Tinggi

Dengan segala kemudahannya, pinjaman online pun mempunyai risiko tersendiri laksana bunga yang tinggi. Jika dikomparasikan dengan produk pinjaman dari perbankan bunga di dalam pinjaman online relatif tinggi. Saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak menata soal batasan bunga pinjaman online yang terdapat di masyarakat. Semuanya masih menjadi wewenang dari perusahaan pinjaman online tersebut sendiri. Alasan tingginya bunga dalam pinjaman online sebab tingginya risiko nasabah, dan mudahnya persyaratan, dan kecepatan persetujuan dalam pinjaman online. Selama nasabah tahu dan memahami bunga dan ongkos yang mesti ditunaikan sih seharusnya aman-aman saja.

 

2. Laporan Pembayaran Utang Tidak Transparan

Salah satu kelemahan dari pinjaman online lainnya ialah tidak transparannya pembayaran utang nasabah. Jika anda tidak teliti, bukan tidak barangkali peminjam tertipu-tipu dengan hitungan yang berbeda. Kamu mesti berhati-hati terhadap janji manis yang diserahkan di mula seperti bunga rendah dan bebas ongkos administrasi. Kamu mesti menyimak kontrak atau perjanjian pinjaman dengan seksama supaya tidak kecewa setelah mengerjakan pinjaman.

 

3. Penyalahgunaan Data Pribadi

Tidak laksana lembaga finansial bank yang memastikan kerahasiaan data pribadi semua nasabahnya, tidak ada garansi dari penyedia pinjaman online yang tidak tercatat di OJK guna merahasiakan data individu tersebut. Salah satu data yang rentan disalahgunakan ialah kontak terpaksa atau emergency contact. Nomor kontak terpaksa akan diteror saat nasabah atau debitur menunggak atau telat menunaikan utang. Data individu pun dapat diperjual belikan oleh perusahaan tersebut.

 

4. Investasi Bodong

Perusahaan penyedia pinjaman online juga seringkali menawarkan untuk nasabah peminjam untuk mengerjakan investasi di perusahaan pengelola investasi yang direkomendasikannya. Tapi anda harus berhati-hati dan memeriksa apakah perusahaan tersebut telah terdaftar di OJK atau tidak. Pasalnya, anda akan terpapar risiko investasi bodong andai tidak hati-hati. Bukan melulu kamu tidak bakal mendapatkan untung, duit yang anda investasikan juga dapat hilang tanpa jejak. Kamu pun tidak dapat meminta sokongan OJK sebab perusahaan itu tidak tergolong dalam susunan OJK. Pinjaman online memang menawarkan sekian banyak kemudahan yang menciptakan para debitur terbuai. Namun, dengan segala kemudahannya, pinjaman online pun menawarkan risiko yang tinggi.

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *